Pelajar SMA Ditelanjangi. Rekaman video tak senonoh dan tak layak untuk dilihat kembali beredar melalui kamera ponsel. Menariknya korban yang terekam pada video kali ini bukan wanita seperti yang kerap terjadi. Melainkan seorang pelajar laki-laki yang duduk di kelas 3 SMA 1 Tenggarong, di Jl Mulawarman, Kutai Kartanegara (Kukar).

Ironisnya, kejadian yang menimpa pelajar berinisial Rr (17) itu, terjadi di saat jam pelajaran sekolah, Rabu (11/5) lalu. Namun kasus itu baru dilaporkan secara resmi ke Polres Kukar, Senin (16/2) sekitar pukul 00.30 Wita dini hari kemarin. Parahnya lagi, perlakuan usil teman lelaki satu kelas Rr itu juga ditonton beberapa teman wanitanya yang lain.

Dalam rekaman video berdurasi 1 menit 18 detik itu, terlihat jelas saat Rr nyaris ditelanjangi beberapa teman sekelasnya. Yang jelas terlihat terlepas adalah baju, sedangkan celana Rr masih menempel. Meski begitu tetap nampak jelas ketika celana dalam Rr ditarik paksa.

Perbuatan yang tak seharusnya itu bermula, saat Rr yang diketahui sebagai anak pendiam, dikerumuni sejumlah teman sekelasnya. Diantaranya ada yang mengolok-olok maupun menggoda Rr. Tak lama, seorang teman Rr menghampirinya.

Awalnya Rr tengah duduk dengan seorang teman wanita di bangku tempat ia belajar. Melihat kedatangan teman-temannya yang lain, teman wanita Rr menjauh. Sejurus kemudian, beberapa teman Rr lainnya ikut menghampirinya.

Tanpa dikomando mereka langsung memegang kedua tangan Rr. Setelah itu kancing baju seragam yang dikenakan Rr dilepas. Tak cuma itu, kancing celana Rr juga dibuka. Bahkan celana dalamnya sempat terlihat. Karena Rr selalu berontak, maka teman-teman Rr yang lain gagal memelorotkan.

Mereka lantas membuka paksa celana dalam Rr bermotif garis-garis biru untuk melihat dan merekam kemaluan Rr. Merasa puas, apalagi Rr terus mencoba berontak, maka teman-temannya yang tadinya mengerjai pergi menjauh.

Informasi yang dihimpun Sapos, rupanya kejadian yang menimpanya di sekolah tak diadukan Rr pada kedua orangtua maupun keluarganya yang lain. Kejadian itu diketahui ayah Rr, yang namanya tak diketahui pasti, dari beberapa warga lainnya.

Untuk memastikan kebenaran berita rekaman video yang disebut telah beredar di kawasan Kota Tenggarong dan sekitarnya, keluarga yang lain menanyai Rr. Setelah pasti yang jadi korban adalah anaknya, orantuanya pun membawa Rr untuk melapor ke kantor polisi.

Kapolres Kukar AKBP Dono Indarto, melalui Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Arif Budiman SIK mengatakan, laporan kasus pelecehan seksual yang menimpa Rr sudah mereka terima dan ditindaklanjuti. “Beberapa teman satu kelas korban (Rr, Red) yang diduga sebagai pelakunya sudah kami mintai keterangan. Beberapa saksi juga sudah kami panggil. Diantara teman sekelas korban yang dipanggil sudah ada yang dijadikan tersangka. Namun begitu kami masih tetap melakukan pengembangan pemeriksaan,” tandas Arif.

11 ORANG DIAMANKAN

Sementara itu, dari penyelidikan, polisi akhirnya mengamankan 11 pelaku perbuatan cabul itu. “Sementara ini ke-11 tersangka tengah kami amankan, untuk dimintai keterangannya. Mereka diperiksa sejak Minggu (15/2) malam, setelah kami terima laporan dari orangtua korban. Para pelaku dijerat Pasal 281 KUHP dengan ancaman hukuman 2 tahun penjara. Karena itu kemungkinan mereka tak sampai ditahan, mengingat ancaman hukumannya di bawah 5 tahun,” ujar Arif.

Polisi bertindak setelah menerima laporan korban. Selain itu, beberapa hari sebelumnya, ke-11 siswa yang dinyatakan sebagai tersangka kasus asusila itu, telah menjalani hukuman, berupa skorsing dari pihak sekolah. “Memang ada kejadian seperti itu (siswa lelaki ditelanjangi teman-temannya, Red) di sekolah ini. Saya juga sudah melihat adegannya, terungkap setelah seorang guru kami lupa mematikan bluetooth ponsel-nya. Waktu dibuka pesan yang masuk ternyata video itu,” ungkap Kepala SMAN 1 Tenggarong, Tulus Sutopo.

Kiriman adegan memalukan itu kemudian dilaporkan kepada guru bagian konseling dan wali kelas 12 IPS 2. Saat itulah Tulus mengetahui kejadian itu dan diperkirakan videonya sudah beredar luas. Pihak sekolah akhirnya menggelar rapat Sabtu (14/2) terkait kejadian memalukan itu. “Kami memutuskan untuk mempertemukan atau menskors pelaku, tapi hari ini (kemarin, Red), kasusnya sampai ke polisi,” kata Tulus, lagi.

“Menurut saya itu aksi spontan dilakukan teman-teman korban (Rr, Red), jadi tanpa direncanakan terlebih dahulu. Apalagi saat kejadian berlangsung semua pelajar wanita berada berada di luar kelas. Jadi kondisinya tak separah dilakukan pelajar dari sekolah lain. Saya sendiri sudah dipanggil oleh Kepala Disdik (Kepala Dinas Pendidikan Kukar, Bahrul, Red) terkait kasus ini,” tambah Tulus.(rm-5/idn)

Sumber : Sapos Online

About these ads